Share It

Sabtu, 05 Mei 2012


INSTALASI SISTEM OPERASI
LINUX UBUNTU 10.04 LTS DEKSTOP

2.1    Persiapan Instalasi
Linux Ubuntu 10.04 LTS memiliki dua varian yang dapat digunakan sebagai desktop dan server. Perbedaan yang paling menonjol dari varian Ubuntu 10.04 LTS desktop dan server adalah pada versi desktop memiliki GUI (grafik user interface).
Ubuntu Desktop memiliki antar muka  yang menarik untuk para pengguna. Sedangkan pada versi Ubuntu 10.04 LTS server tidak memiliki GUI, sehingga antar muka bagi pengguna hanya berupa shell atau layar terminal.
Alasan yang mendasar mengapa Ubuntu 10.04 LTS tidak memiliki GUI yaitu dikarenakan sebuah GUI membutuhkan memori pemroses yang cukup besar dan dapat menyita atau mengurangi kemampuan fungsi komputer. Dengan tidak adanya GUI pada komputer server, diharapkan kegiatan pemrosesan menjadi lebih cepat.
Dalam melakukan instalasi sistem operasi linux ubuntu 10.04 dibutuhkan beberapa komponen agar kegiatan instalasi dapat berjalan sukses. Kompenen yang mendasar dalam persiapan instalasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop adalah dengan mempersiapkan spesifikasi komputer yang memadai. Ubuntu 10.04 LTS Desktop membutuhkan spesifikasi komputer sebagai berikut:

{  Hardisk 10 GB (ATA, SATA/SCSCI)
{  Prosessor Pentium 4
{  Memori 512 MB
{  VGA (16 bit, 32 bit, 64 bit)
{  Mouse dan Keyboard (USB/PS2)
{  Monitor (CRT/LCD)
{  CD/DVD ROM
{  CD Ubuntu 10.04 LTS Desktop
Untuk mendapatkan CD Ubuntu 10.04 LTS Desktop dapat mengakses ftp://ftp.binadarma.ac.id dengan memilih folder Ubuntu dan mendownload file bertipe iso dengan nama Ubuntu_10.04_LTS_Desktop.iso dengan ukuran file sekitar 600 MB, atau langsung mengunjungi situs resmi www.ubuntu.com. Cara yang lebih mudah untuk mendapat CD Ubuntu yaitu dengan membeli pada toko online yang ada di internet.

2.2    Instalasi UBuntu 10.04 LTS Desktop
Melakukan instalasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop dapat dimulai dengan mengubah struktur booting pada BIOS, dengan menjadikan CD/DVD ROM sebagai perangkat keras utama yang akan dibaca ketika pertama kali komputer dijalankan. Komputer akan membaca CD Ubuntu 10.04 LTS Desktop kemudian melakukan proses pembacaan awal seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.1.
Gambar 2.1 Proses awal pembacaan CD Ubuntu

Komputer membutuh beberapa menit untuk melakukkan proses pembacaan CD Ubuntu 10.04 LTS Desktop.

Gambar 2.2 Live CD dan Install

Proses selanjutnya adalah live cd dan install, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.2 dimana terdapat dua pilihan. Pilihan pertama dimaksutkan utuk penggunaan Ubuntu 10.04 LTS Desktop dengan live cd. Istilah live cd artinya pengguna dapat menjalan sistem operasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop dengan menggunakan cd installer.
Pilihan yang kedua adalah pengguna dapat melanjutkan instalasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop secara permanen pada PC (personal computer). Lanjutkkan dengan menekan tombol Install Ubuntu 10.04 LTS.
Gambar 2.3 Pemilihan Wilayah dan Waktu

Tahapan selanjutlah yaitu pemilihan wilayah instalasi dan waktu yang akan digunakan. Untuk memilih wilayah dan waktu dapat menggunakan mouse dan mengarahkan pada peta kemudian menandainya.
Gambar 2.4 Pemilihan Keyboard

Halaman selanjutnya adalah pemilihan keyboard yang akan digunakan, untuk wilayah Indonesia disarankan menggunakan layout USA. Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.
Gambar 2.5 Partisi Hard DiskManual
Bagian terpenting dari instalasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop adalah pada bagian partisi, bagi para pemulu ini adalah tahapan yang menyulitkan. Untuk proses pembelajaran diharapkan untuk memilih bagian Specify partitions manually (advanced), lanjutkan dengan menekan tombol Forward. Pembagian hard disk secara manual untuk Ubuntu 10.04 LTS Desktop seperti dijelaskan pada contoh pembagian hard disk berikut ini.
o  kapasitas hard disk yang dimiliki 22 GB
o  swap 1 GB (1024 MB) dengan perhitungan jumlah swap =
 2 x RAM
o  file sistem / root = 21 GB (21504 MB)

Gambar 2.6 Persiapan Pembagian Hard Disk

Perhatikan gambar 2.6 di atas, halaman tersebut menampilkan perangkat keras dengan nama /dev/sda. Penamaan hard disk dalam sistem operasi linux berbeda dengan sistem operasi lain seperti windows. Hard disk yang diberinama /dev/sda artinya harddisk tersebut diletakkan pada direktori /dev dan bernama sda. Semua perangkat keras dalam sistem operasi linux akan tersimpan pada direktori /dev. Makna dari sda adalah hard disk bertipe SATA. Jika hard disk bertipe ATA maka penamaan hard disk akan menjadi hda.
Arahkan kursor mouse pada /dev/sda kemudian lanjutkan dengan menekan tombol New Partition Table.

Gambar 2.7 Format Hard Disk

Memulai pembagian partisi dengan mengarahkan kursor pada free space lanjutkan dengan menekan tombol Add.
Gambar 2.8 Membuat Swap
Swap adalah memori virtual yang digunakan sistem operasi linux untuk menyimpan proses. Memori swap atau sering disebut swap tanpa kata memori, tidak berbeda dengan memori utama yang sering disebut dengan RAM. Ukuran swap biasanya didapat dari rumus (swap = 2 x RAM), jika RAM = 512 MB maka ukuran swap : 2 x 512 = 1024 MB/1 GB. Swap digunakan linux apabila proses yang dilakukan sangat berat sehingga membutuhkan memori tambahan.
Bagaimana bila RAM yang dimiliki sebesar 8 GB, haruskah membuat swap sebesar 16 GB sesuai dengan rumus yang telah dibuat diatas. Ada beberapa pendapat  mengatakan batas ukuran swap adalah 2 GB, sehingga bila ukuran RAM sangat besar ada kemungkinan linux tidak membutuhkan swap. Tekan OK untuk melanjutkan tahap selanjutnya.
Gambar 2.9 Membuat File System

Proses pembagian hard disk yang terakhir adalah menjadikan sisa ruang hard disk sebagai file system. Pada gambar 2.9 dapat dilihat ukuran sebesar 21287 MB dengan tipe file Ext4 journaling file system. Perhatikan juga pada bagian Mount point terdapat simbol “/” yang mengindikasikan sebagai tempat penyimpanan sistem operasi linux Ubuntu 10.04 LTS Desktop. Lanjutkan dengan menekan tombol OK.
Gambar 2.10 Format Hard Disk
Saat ini telah terbentuk dua bagian pada hard disk yang ditunjukkan pada gambar 2.10 di atas, terlihat dua tipe file yaitu /dev/sda1 swap dan /dev/sda5 ext4. Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.
Gambar 2.11 Membuat User Sistem
Proses selanjutnya adalah membuat user sistem yang akan digunakan untuk login pertama kali pada sistem operasi linux. Ada tiga user yang diterapkan pada sistem operasi linux khususnya pada Ubuntu 10.04 LTS Desktop yaitu:
{  user sistem: memiliki kemampuan untuk merubah sistem konfigurasi secara menyeluruh
{  user administrator atau root: memiliki kemampuan penuh terhadap sistem linux, dengan kemampuan mengendalikan semua user dan konfigurasi sistem
{  user biasa: hanya memiliki kemampuan untuk mengelola desktop milik sendiri, tanpa ada kemampuan untuk merubah sistem konfigurasi.
Pada contoh di atas nama user adalah surya, user name login surya dan password login 6 karakter. Batasan panjang karakter adalah minimal 6 karakter.
Gambar 2.12 Halaman Konfirmasi
Pada gambar 2.12 menunjukkan halaman korfirmasi, dimana isi dari halaman tersebut berupa hasil keseluruhan dari konfigurasi yang telah dilakukan. Lanjutkan dengan menekan tombol Install.
Gambar 2.13 Install Sistem

Proses install sistem dilakukan untuk menuliskan semua berkas dan membuat direktori pada /dev/sda5. Butuh waktu 10 sampa 30 menit, bergantung pada spesifikasi komputer yang digunakan.

Gambar 2.14 Install Sukses dan Restart Komputer

Tekan tombol Restart Now, kemudian cd install Ubuntu 10.04 LTS Desktop akan keluar dari CD ROM drive.
Gambar 2.15 Halaman Login Utama
Selesai sudah proses installasi Ubuntu 10.04 LTS Desktop. Tekan nama user dan masukkan password, kemudian tekan tombol Log In.

Jumat, 04 Mei 2012

SISTEM OPERASI DAN OPEN SOURCE


1.1      Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan perangkat lunak yang menjembatani antara pengguna dengan perangkat keras komputer, dengan tujuan agar perangkat keras komputer dapat dipergunakan dengan efisien. Ada beberapa komponen sistem komputer yang berperan dan menjalankan tugas masing-masing dalam sistem komputer.
Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :
{  Perangkat keras merupakan sumber daya utama untuk melakukan komputasi. Perangkat keras komputer terdiri dari CPU, memori, perangkat input dan output.
{  Sistem operasi, merupakan perangkat yang melakukan kontrol koordinasi antara pengguna dan perangkat keras melalui program aplikasi.
{  Aplikasi, merupakan perangkat lunak yang berjalan diatas sistem operasi dengan tujuan menyelesaikan masalah komputasi, sebagai contoh compiler, video, audio, game dan networking.
{  Pengguna, merupakan pengguna sistem yang terdiri dari orang atau sekompulan orang yang mengendalikan mesin komputer dengan bantuan antar muka aplikasi yang berjalan pada sebuah sistem operasi.
Gambar 1.1 Lapisan Sistem Komputer

1.2      Sistem Operasi Open Source
Istilah open source adalah perangkat lunak dimana kode program terbuka dan disediakan oleh pengembangnya secara umum agar dapat dipelajari, diubah atau dikembangkan lebih lanjut dan disebar luaskan. Jika ada pembuat perangkat lunak yang tidak mengizinkan kode programnya diubah atau dimodifikasi, maka bukanlah disebut sebagai open source walaupun kode program dari perangkat lunak tersebut tersedia.
Open source (kode program terbuka) dipopulerkan tahun 1998. Sejarah perangkat lunak open source lahir sejak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon, dan MIT pada tahun 1960-an dan 1970-an.
Sistem operasi open source dinggap menguntungkan, khususnya oleh para pengguna open source. Beberapa keuntungan dan kerugian dari open source :
Keuntungan
{  Banyak tenaga (SDM) yang berperan mengerjakan proyek
{  Kesalahan (bugs, error) lebih cepat ditemukan dan diperbaiki
{  Kualitas hasil lebih terjamin karena komunitas melakukan evaluasi
{  Lebih aman
{  Hemat biaya
{  Tidak mengulangi development

Kekurangan
{  Kurangnya SDM yang dapat memanfaatkan open source
{  Tidak adanya proteksi terhadap HAKI

Tabel 1.1 Sistem Operasi Open Source
Nama Sistem Operasi
Logo
Linux
{  Ubuntu
{  Red Hat
{  Mandriva
{  CentOS
{  Fedora
{  Blankon
{  OpenSUSE
Open BSD dan Free BSD
Open Solaris dan Solaris
Android

1.3      Fungsi dan Kemampuan Sistem Operasi Open Source
Banyak yang dapat ditemukan dari sistem operasi open source seperti linux, dari berbagai sistem operasi open source yang beredar saat ini, linux merupakan sistem operasi yang paling banyak memiliki variasi atau dikenal dengan istilah distro. Tidak kalah dengan sistem operasi lainya, sistem operasi linux memiliki fungsi umum sebagai sistem operasi desktop dan server.
Beberapa distro yang saat ini banyak memiliki komunitas seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini:




Tabel 1.2 Distro Linux






Pada saat ini telah banyak dijumpai di perkantoran dan perusahaan bahkan lembaga pendidikan yang telah menggunakan sistem operasi linux dalam operasionalnya. Penggunaan sistem operasi linux itu sendiri dikarenakan linux telah memiliki kemampuan yang dapat gunakan dalam banyak kegiatan, seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

Tabel 1.3 Kemampuan linux
Desktop Server
Desktop Server
{  Aplikasi perkantoran
{  Game
{  Aplikasi pendidikan
{  Multimedia (audio dan video)
{  Desain grafis dan animasi
{  Web service
{  Database center
{  Mail server
{  Printer dan file center
{  Voip server
{  Proxy dan firewall
{  DNS service
{  Ftp dan tftp server
{  Radius server
Tugas:
1.       Apa yang dimaksud dengan sistem operasi open source ?
2.       Apa yang dimaksud dengan :
{  free software
{  software copy right :
{  software share ware :
3.       Tuliskan 10 (sepuluh) distro linux yang dikembangkan saat ini ?
4.       Apa yang dimaksut dengan bugs ?
5.       Apa perbedaan Linux Desktop dan Linux Server ?